COKLAT
(CHOCOLATE)
Coklat, begitu banyak penggemar coklat di seluruh dunia. Tak bisa dipungkiri bahwa coklat adalah salah satu camilan favorit terutama bagi kaum wanita, termasuk saya... Hehehe... Dan lagi, coklat adalah salah satu makanan yang digunakan untuk memperbaiki mood atau stress, jadi saat anda mempunyai mood yang buruk, makanlah coklat tetapi tetap jangan berlebihan.. Setelah kemarin praktek beberapa coklat candy, saya mau sedikit berbagi pengetahuan mengenai makanan manis ini...
Check this out !!
A.
Sejarah Coklat
Sejarah coklat dimulai dari
2000 tahun SM yang lalu di Mesoamerika, dimana lokasi tepatnya tidak diketahui.
Dari bukti arkeologi yang ditemukan berupa residu keramik, terdapat sisa
minuman kakao. Residu ini ditemukan pada tangki-tangki pengolahan yang
diperuntukkan bukan hanya membuat minuman tapi juga biji kakao digunakan
sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol. Ini merupakan peradaban Mokaya
dan Olmec disepanjang sungai Orinoco.Sejarah coklat lain mengatakan bahwa coklat
mula-mula tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah, sampai
Chiapas bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan
membuat coklat di sepanjang pantai teluk di Selatan Meksiko.
Pada 1000 tahun SM, nama awal
Pohon Kakao, berasal dari kata ”Kakawa”. Kata ini digunakan oleh suku Olmec,
suku yang berasal dari Teluk Meksiko. Suku ini dikenal sebagai suku yang
membangun peradaban besar pertama Mesoamerika. Dengan kata lain, 1000 tahun SM
Bangsa Olmec sudah membudayakan pohon kakao.Di 100 tahun Masehi, suku Maya
mengadopsi kata Kakao dari Suku Olmec. Sejarah coklat mencatat ternyata suku
maya juga membudidayakan Pohon Kakao. Para suku maya mengambil bibit kakao dari
hutan hujan dan kemudian menanamnya di halaman rumah mereka. Biji kakao yang
dihasilkan dibuat pasta. Dalam penyajiannya mereka mencampur pasta coklat
dengan air, cabai, tepung jagung dan bahan lainnya, sehingga tercipta minuman
coklat berbusa.
Pada 600 tahun Masehi, Suku
Maya menggunakan bejana keramik untuk mengkonsumsi coklat. Ini ditemukan dalam
makam bangsawan Suku Maya. Penemuan ini sekaligus membuktikan bahwa dalam
sejarah coklat, coklat adalah simbol status penting.Di tahun 1000 Masehi,
sejarah coklat mencatat bahwa orang-orang dari Amerika tengah menggunakan biji
kakao sebagai alat pembayaran seperti yang terlihat dari relief bangsa Meksiko.
Pada relief tersebut digambarkan bahwa 8000 biji kakao menggambarkan angka
8000. Biji kakao menjadi sebuah komoditas penting, dimana penguasaan terhadap
daerah utama penghasil biji kakao menjadi tujuan utama dalam perang antar suku
pada beberapa abad berikutnya.Suku Aztec dalam rangka memperkuat keberadaanya
di Meksiko, mereka menundukkan Suku Chimimeken dan Maya. Ini terjadi kira-kira
1200-1500 tahun masehi. Kekaisaran Aztec kemudian mengambil alih daerah
penghasil kakao di Mesoamerika, Chiapas modern (Mexico, Guatemala). Suku Aztec
menyebut coklat sebagai “xocalatl” yang berarti hangat atau cairan pahit.
Sejarah coklat mencatat bahwa
orang-orang Eropa ”menemukan” biji kakao tercatat pada tahun 1502, pada
pelayaran ke empat yang dilakukan oleh Christopher Columbus. Ini terjadi 10
tahun setelah Columbus menemukan Benua Amerika (1492).Hernado Cortez terkejut
ketika mengetahui bahwa Suku Aztec menggunakan biji kakao sebagai alat
pembayaran. Ini terjadi pada tahun 1528 saat Spanyol menaklukkan Aztec.
Hernando Cortez kemudian membuka perkebunan coklat secara luas yang dapat
ditukarkan emas dari Suku Aztec, sampai kemudian Spanyol dapat memonopoli
perdagangan coklat selama hampir satu abad.
Penduduk asli Suku Maya
(delegasi Kekchi) dari Guatemala pada tahun 1544 mengunjungi Spanyol dan
bertemu Pangeran Philip. Dari hadiah yang diberikan adalah tempat minuman
coklat dari Suku Maya. Dan kemudian sejarah coklat mencatat, orang-orang
Spanyol mulai menambahkan gula tebu dan perasa lainnya (seperti vanila) untuk
membuat minuman manis mereka.
Sejarah coklat mencatat bahwa
coklat pertama kali dikenalkan di Asia pada tahun 1560 ketika pohon kakao
dibawa dari Caracas Venezuela ke Pulau Sulawesi Indonesia. Sampai saat ini
Sulawesi tercatat sebagai penghasil biji kakao terbesar di Indonesia (70%). Dan
Indonesia tercatat sebagai penghasil biji kakao nomor tiga setelah Pantai
gading dan Ghana (2011). Walaupun demikian ternyata penghasil coklat terbesar
di dunia adalah Amerika Serikat, Jerman, Swiss dan Belgia. Sebuah fakta ironi,
bahwa ternyata industri coklat dalam negeri belum mampu mengolah biji kakao
menjadi produk coklat yang bernilai tinggi.
Sejarah coklat juga mencatat
bahwa Rumah Coklat pertama kali dibuka di Kota London, Inggris. Ini terjadi
pada pertengahan abad 17 (1657). Tingginya harga biji kakao membatasi orang
akses ke rumah coklat. Hanya kalangan orang-orang kaya yang dapat
mengunjunginya. Dan ketika harga biji kakao turun dan menjadi murah, barulah
kemudian usaha sejenis tumbuh pesat bahkan menggantikan cafe, tempat orang
menikmati kopi, teh dan pub.
Seorang Koki Duke of Plessis-
Praslin secara tidak sengaja menumpahkan gula mendidih yang meleleh pada bubuk
almond. Kemudian lahirlah Praline. Praline pada awalnya adalah campuran almond
(kacang kupas) dan gula leleh yang dihaluskan bersama. Atas resep dasar inilah
beberapa abad kemudian ahli coklat dari Belgia mengembangkan resep ini dengan
mencampurkannya kedalam coklat. Sejarah coklat mencatat ini terjadi pada tahun
1671.
Dalam sejarah coklat, awalnya
coklat hanya dibuat minuman. Kemudian pada tahun 1674 seorang ahli kue Inggris
mempunyai ide untuk mencampurkan kakao pada adonan kue. Dan ini tercatat
sebagai tahun pertama kali coklat dimakan.Selama abad 17, ketika Belgia
dikuasai oleh Spanyol pada saat itulah coklat diperkenalkan di Belgia. Dan pada
tahun 1697 Walikota Zurich, Swiss, Henri Escher begitu antusiasnya mengenalkan
minuman coklat yang ke Swiss, ketika ia mengalaminya di Brussel. Dan sejarah
coklat mencatat bahwa saat ini ironinya Coklat Swiss merupakan pesaing utama
Coklat Belgia.Pada awal abad 18 tepatnya tahun 1712, coklat kembali “pulang ke
rumah” nya di Amerika Utara. Setidaknya lebih dari satu dekade banyak periklanan
di Boston memperkenalkan coklat impor dari eropa.
Sejarah coklat mencatat bahwa
produksi kakao di Indonesia dimulai tahun 1778, ketika Belanda membawa kakao
dari Philipina ke Jakarta dan Sumatera. Belanda membangun fasilitas sebagai
pusat penyebarannya yang kemudian membawa produksi utamanya ke Hindia Belanda
Timur (sekarang Indonesia dan Malaysia).Revolusi industri yang terjadi pada
abad 19 (1828) ternyata membawa dampak pada industri kakao. Akibatnya harga
coklat menjadi terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Seorang ahli kimia
Belanda, Conrad Van Houten mempelajari bagaimana mengeluarkan lemak kakao
keluar dari bijinya. Kemudian terciptalah chocolate liquor. Chocolate liquor
adalah cairan coklat yang merupakan kombinasi dari padatan kakao dan lemak
coklat (cocoa butter). Dari sinilah kemudian tercipta bubuk coklat.
Pada tahun 1848, coklat bubuk
yang sudah ada memungkinkan lebih mudah dalam membuat minuman coklat. Dan dalam
perkembangannya orang-orang banyak mencampurkannya dengan bahan lain agar lebih
nikmat. Bukan hanya itu bubuk coklat yang dicampur dengan lemak coklat (cocoa
butter) akan membuatnya menjadi padat.
Sejarah coklat mencatat pada
tahun 1875, untuk pertama kalinya Daniel Peter dan Henri Nestle melakukan
percobaan dengan mencapurkan coklat dan susu bubuk untuk meciptakan coklat susu
batangan. Dan coklat susu batangan menjadi kesuksesan dalam sejarah produk
coklat.Berbagai cara para ahli menciptakan berbagai produk coklat. Sejarah
coklat mencatat pada tahun 1879, Rodolphe Lindt seorang berkebangsaan Swiss
berhasil menciptakan mesin untuk proses “Conching” dalam meningkatkan mutu
coklat. Coklat hasil mesin buatan Rodolphe Lindt ini membuat coklat menjadi
enak di nikmati dengan tekstur yang lembut serta sensasi mencair di lidah. Pada
tahun yang sama juga sejarah coklat mencatat, kakao berhadil dipatenkan di enua
Afrika, tepatnya di Gold Coast, Ghana.
Memasuki abad 20, tahun 1912
Jean Neuhaus berhasil menciptakan kulit coklat yang bisa diisi dengan kream
atau selai kacang. Ini merupakan pengembangan kreasi coklat Praline Belgia.
Kelahiran coklat Praline Belgia ini membuat coklat menjadi terkenal di Belgia,
dan menjadikan tradisi coklat sebagai hadiah. Dalam sejarah coklat di Belgia,
coklat praline menjadi satu hadiah paling populer di sana.
B.
Tahapan
Proses Pengolahan Biji Kakao Menjadi Coklat
Coklat
berasal dari biji buah coklat (cacao bean). Tanaman coklat (Theobroma cacao)
dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu jenis Criollo, Forastero dan Trinitario.
Criollo menghasilkan biji kakao dengan aroma yang sangat kuat tanpa rasa pahit,
tetapi sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit dengan
jumlah produksi relatif rendah. Berbeda dengan criollo, forastero lebih tahan
perubahan iklim dan serangan hama, jumlah produksinya relatif besar tetapi
bijinya memiliki aroma yang lemah dengan rasa yang pahit. Biji kakao Indonesia
sendiri sebagian besar masuk dalam jenis Trinitario yang merupakan hasil
persilangan dari Criollo dan Forastero dengan sifat yang mirip dengan Criollo.
Buah kakao
berbentuk bulat panjang (panjang sekitar 15 – 25 cm dan lebar 7 – 10 cm) dengan
kulit yang relatif tebal (10 – 15 mm). Warnanya yang hijau pada saat masih muda
berganti menjadi kuning, oranye, merah atau ungu ketika masak, walaupun pada
beberapa varietas warnanya tetap hijau ketika buah masak. Pulp atau daging buah
menutupi 20 – 40 buah biji kakao. Pada buah yang masak, pulp memiliki
konsistensi lunak dan berlendir dengan rasa yang manis dan warna putih seperti
susu. Biji kakao sendiri berbentuk oval pipih. Panjang biji sekitar 2 cm dengan
lebar sekitar 1 cm dan berat ± 1 gram jika dikeringkan.
Tanaman
coklat mulanya tumbuh liar di hutan hujan tropis Amerika. Adalah masyarakat
kuno di Amerika Tengah dan Mexico, termasuk diantaranya bangsa Maya dan Aztec,
yang menemukan rahasia keistimewaan biji kakao ini lebih dari 2000 tahun yang
lalu. Pada masa itu, hancuran biji coklat disangrai dan dicampur dengan jagung
dan berbagai rempah diantaranya paprika, vanilla atau kayu manis lalu ditambah
air untuk menghasilkan minuman rempah coklat yang berbusa.
Memasuki
akhir abad ke-15, coklat bertransformasi menjadi resep baru. Cortez yang
memimpin ekspedisi ke Aztec, kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao
sekaligus dengan resep pembuatan minumannya. Di Eropa, minuman ini menjadi
populer setelah formula minuman diubah: rempah dihilangkan dan diganti dengan
gula.
Jika awalnya
coklat diperlakukan sebagai barang mewah, maka penemuan teknik pemisahan lemak
coklat dan teknik pembuatan coklat bubuk pada awal abad ke-19 telah menyebabkan
coklat berkembang sebagai komoditas pangan. Selanjutnya, inovasi produk coklat
terus berkembang sejalan dengan makin berkembangnya pemahaman mengenai
karakteristik coklat.
ü
PEMBUATAN COKLAT
Proses
pembuatan coklat melibatkan berbagai tahapan proses, seperti tampak pada Gambar
1. Untuk memperoleh coklat dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam
kondisi masak sempurna. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu
dibelah dan diambil bijinya. Di tingkat petani, biji coklat difermentasi dan
dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.
Persiapan
Biji Coklat (Cocoa Bean)
Biji ditumpuk di lantai atau wadah (keranjang bambu,
kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Secara periodik, dilakukan
pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bisa masuk
dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji. Selama fermentasi, suhu biji naik
menjadi 45 - 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan
keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta
degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel
pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air.
Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang
menjadi coklat gelap yang homogen dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya.
Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga
kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara
penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66oC). Di beberapa negara,
termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan
memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk
meningkatkan kerapuhan biji.
Biji kakao kering dibagi dalam beberapa kelas mutu,
seperti tampak pada Tabel 1. Mutu terbaik adalah biji yang masuk dalam kategori
kelas mutu A.
Pembuatan
Pasta Coklat (Cocoa Liquor)
Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses
pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk
mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel
tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor
yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor
organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian.
Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu
maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan
biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses
sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi
coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses
tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses
penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan
flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh
dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga
akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian
juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan
sebelumnya.
Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk
mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan
dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi
secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan
merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat.
Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami
proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat
sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa
mass) dengan tingkat kehalusan tertentu.
Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga dilakukan
proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses alkalisasi adalah
untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian asam-asam bebas, juga
untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan dispersibilitas coklat
bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan endapan dalam minuman
coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam dalam larutan alkali encer
(konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu dinetralkan untuk selanjutnya
dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di adon (kneading). Proses ini
menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan massa coklat dengan struktur
sel berbentuk sponge dan porous.
Pembuatan
Coklat Bubuk (Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter)
Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak
coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses
pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress
(hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100oC.
Lemak coklat panas dilewatkan ke filter press untuk
memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya dicetak dan
didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat.
Bungkil biji hasil dari pengepressan dihaluskan dengan
menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk memperoleh ukuran
partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk berkisar antara
10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi biasanya memiliki
warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat bubuk ini digunakan
dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat minuman coklat,
inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya.
Pembuatan
Coklat (Chocolate)
Coklat (chocolate) dibuat dengan menggunakan pasta
coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan atau tanpa susu
dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan
sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster, sehingga
dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses
pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat
dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).
Massa coklat hasil dari refining berbentuk bubuk dan
kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk memperbaiki konsistensi
tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang diperam selama 24 jam
pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum masuk ketahapan proses penghalusan
(conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem dutch, kadang dilakukan
untuk membuat coklat bubuk.
Proses penghalusan (conching) adalah proses
pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan tekstur yang
halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80oC selama 24
– 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terus-menerus dan lesitin ditambahkan pada
akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada tahapan ini, air dan
senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan menyelimuti partikel
coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan sensasi tekstur yang
halus.
Lemak coklat memiliki beberapa bentuk polimorfik dan
proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi bentuk kristalnya. Jika
pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan proses pendinginan yang
tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan tekstur yang bergranula
dan spot-spot warna kelabu dipermukaan.
Tempering merupakan tahapan proses berikutnya, yang dilakukan
untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan menghasilkan kristal-kristal
lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang tinggi. Adonan lemak cair
didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10 menit dengan pengadukan
konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama sekitar 10 menit untuk
membentuk lemak coklat dengan kristal tipe ẞ yang bersifat stabil. Suhu
selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31oC, dalam waktu 5 menit. Proses ini bisa
bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan.
Sebelum pencetakan, suhu coklat cair dijaga pada 30 –
32oC untuk dibawa ke wadah-wadah pencetakan. Selanjutnya, dilakukan pendinginan
lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan dari cetakan setelah suhu
mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan menghasilkan coklat padat
dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang stabil terhadap panas,
terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan yang mengkilap.
C.
JENIS-JENIS
COKLAT
Ø Couverture
Chocolate
Jenis couverture adalah cokelat asli yang biasanya
mengandung lemak cokelat, chocolate mass dan rasanya cenderung pahit serta
harganya lebih mahal. couverture adalah jenis coklat yang disebut “real
chocolate” oleh para penggemar cokelat sejati. Cokelat jenis ini selain cepat
lumer di mulut, juga memiliki rasa “fruity” yang agak pahit. Secara garis besar
kandungan di dalam cokelat couverture adalah cocoa mass dan cocoa butter dan
gula (untuk tipe dark chocolate, sedangkan untuk milk dan white biasa menggunakan
padatan susu didalamnya menggantikan cocoa powder) untuk pahit dan manisnya
tergantung dari keseimbangan antar jumlah real chocolatenya dengan gula. Selain
rasanya enak, baik untuk kesehatan tetapi punya kelemahan secara penyimpanan dan penanganan
(khususnya buat praline dan agak sensitif terhadap panas). Cokelat couverture
selain membutuhkan peralatan khusus, proses pengolahannya juga lebih sulit.
pengolahan coklat ini adalah dengan cara di “temper” atau dilelehkan.
Ø Compound
Chocolate
Compound Chocolate komposisinya hampir sama dengan couverture chocolate tetapi cocoa butter yang ada digantikan oleh lemak nabati lainnya yang murah seperti minyak kelapa atau soya. Cocoa butter juga sebenernya termasuk lemak nabati tetapi kenapa disebut butter mungkin karena memiliki sama warna kuning dan harganya mahal seperti butter. Secara rasa compound chocolate cenderung semi-sweet atau sweet karena banyak pemahaman kalo cokelat pahit itu bukanlah cokelat, namun secara penanganan lebih mudah. Compound chocolate lebih banyak digunakan untuk cokelat dekorasi dan terkadang juga untuk buat ganache, praline dan lain-lain. Karena pertimbangan harga yang jauh lebih murah dari couverture.
Ada
3 jenis chocolate compound yaitu :
- Dark chocolate compound : yaitu cokelat batangan yang berwarna pekat, rasa cokelatnya lebih terasa dan tidak mengandung susu. Cokelat jenis ini baik digunakan untuk kue, cake, dan aneka makanan ringan lainnya.
- Milk chocolate compound : yaitu cokelat batangan yang berwarna cokelat yang merupakan campuran gula, kakao, cokelat cair, susu, dan vanila.
- White chocolate compound : yaitu cokelat batangan yang berwarna putih, mengandung cokelat batangan yang berwarna putih, mengandung cokelat dan caco butter.
Ø Cokelat Bubuk
Cokelat bubuk adalah cokelat yang mempunyai aroma yang kuat, tidak tengik, tidak bulukan, dan tidak berjamur. Ada beberapa jenis coklat bubuk yaitu coklat bubuk yang berwarna pekat dan beraroma pahit yang sangat berguna karena mempunyait sifat mengeringkan adonan kue. Jenis lainnya yaitu coklat bubuk yang mempunyai kepekatan sedang, atau coklat bubuk yang sedang yang mudah ditemukan di swalayan atau pasar. Coklat bubuk atau cocoa powder terbuat dari bungkil/ampas biji coklat yang telah dipisahkan lemak coklatnya. Bungkil ini dikeringkan dan digiling halus sehingga terbentuk tepung coklat.Proses pembuatan coklat bubuk ada 2 cara:
1. Melalui proses natural
Cocoa natural sedikit asam. Kebanyakan coklat bubuk yang
dijual dipasaran adalah jenis cocoa natural. Coklat bubuk natural dibuat dari
bubur coklat atau balok coklat pahit, dengan menghilangkan sebagian besar
lemaknya hingga tinggal 18-23%. Coklat jenis ini berbentuk tepung, mengandung
sedikit lemak, dan rasanya pahit. Banyak sekali yang menggunakan coklat bubuk
jenis ini sebagai bahan campuran untuk membuat kue.
2. Melalui proses dutch
Cocoa dutch digunakan sebagai bahan untuk membuat coklat
panas karena aromanya lebih lembut.
ü 6 Jenis Coklat Sehat
6 jenis coklat yang penting bagi kesehatan tubuh
:
Para ahli
patologi menemukan banyak manfaat yang bisa diambil dari cokelat. Cokelat
terbuat dari biji kakao yang kaya akan senyawa bernama
flavonoid yang juga terdapat pada daun teh. Sampai saat ini, lebih dari 4000
macam flavonoid yang telah diidentifikasikan.Tumbuh-tumbuhan mensintesis
senyawa yang dapat larut dalam air ini dari asam amino
phenylalanine dan asetat. Flavonoid berperan sebagai antioksidan, menetralkan
efek-efek buruk dari radikal bebas yang dapat menghancurkan sel-sel dan
jaringan-jaringan tubuh.
Satu
setengnah ons batang cokelat hitam memiliki sekira 800
miligram antioksidan, setara dengan secangkir teh hitam. Temuan baru
menunjukkan bahwa flavonoid dan senyawa-senyawa tersebut penting bagi
kesehatan.Selain flavonoid, cokelat mengandung theobromine, senyawa alkaloid
bersifat stimultan ringan yang dapat menstimulasi sel saraf sehingga
menimbulkan perasaan bersemangat dan segar. Selain sebagai stimultan,
theobromine dipercaya memiliki mood elevating
effects.Senyawa ini mendorong tubuh mengeluarkan senyawa lain yang dapat
menimbulkan perasaan nyaman dan secara ringan mengurangi stres. Banyak orang,
terutama wanita, mengonsumsi cokelat untuk tujuan ini. Setelah mengonsumsi
cukup banyak cokelat, mereka akan merasa lebih tenang . Berikut beberapa jenis cokelat
dan manfaatnya:
1.Couverture
Couverture adalah jenis cokelat terbaik. Cokelat ini murni dengan persentase lemak kakaonya yang tinggi, sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk cokelat buatan tangan. Sebelum digunakan, cokelat jenis ini melalui proses temper (dilelehkan) terlebih dahulu.
Couverture adalah jenis cokelat terbaik. Cokelat ini murni dengan persentase lemak kakaonya yang tinggi, sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk cokelat buatan tangan. Sebelum digunakan, cokelat jenis ini melalui proses temper (dilelehkan) terlebih dahulu.
2. Cokelat tawar
Cokelat jenis ini baik digunakan untuk kue, cake, dan aneka makanan ringan lainnya. Persentase massa kakao bervariasi, antara 30-70 persen. Semakin tinggi konsentrasi massa kakao, semakin baik flavor-nya.
Cokelat jenis ini baik digunakan untuk kue, cake, dan aneka makanan ringan lainnya. Persentase massa kakao bervariasi, antara 30-70 persen. Semakin tinggi konsentrasi massa kakao, semakin baik flavor-nya.
3. Cokelat susu
Jenis cokelat yang satu ini merupakan campuran gula, kakao, cokelat cair, susu, dan vanila. Cokelat jenis ini paling banyak dikonsumsi. Massa kakaonya cukup rendah, hanya 20 persen dan rasanya lebih manis dibandingkan cokelat tawar.
Jenis cokelat yang satu ini merupakan campuran gula, kakao, cokelat cair, susu, dan vanila. Cokelat jenis ini paling banyak dikonsumsi. Massa kakaonya cukup rendah, hanya 20 persen dan rasanya lebih manis dibandingkan cokelat tawar.
Cokelat satu ini pasti disukai anak-anak karena
bisa langsung disantap dengan rasa yang manis. Kandungan susunya membuat rasa
menjadi lebih lembut. Jika Anda hendak membuat kue, cokelat jenis ini bukanlah
pilihan yang baik. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini
mudah hangus bila dilelehkan.
4. Cokelat putih
Cokelat yang umumnya berwarna putih ini tidak mengandung massa kakao yang tinggi. Selaindikonsumsi langsung, cokelat putih kerap digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili yang tidak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak secara hati-hati.
Cokelat yang umumnya berwarna putih ini tidak mengandung massa kakao yang tinggi. Selaindikonsumsi langsung, cokelat putih kerap digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili yang tidak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak secara hati-hati.
5. Kakao
Produk cokelat satu ini terbuat dari massa kakao setelah lemak kakaonya dipisahkan. Produk ini sangat mudah diolah dan ekonomis. Bisa didapati di warung-warung sekitar tempat tinggal Anda.
Produk cokelat satu ini terbuat dari massa kakao setelah lemak kakaonya dipisahkan. Produk ini sangat mudah diolah dan ekonomis. Bisa didapati di warung-warung sekitar tempat tinggal Anda.
6. Cokelat cair
Cokelat cair merupakan produk minuman yang mengandung massa kakao dan mengandung kadar gula tinggi. Kadar gulanya, disebut-sebut sebagai biang keladi meningkatnya berat badan.
Cokelat cair merupakan produk minuman yang mengandung massa kakao dan mengandung kadar gula tinggi. Kadar gulanya, disebut-sebut sebagai biang keladi meningkatnya berat badan.
D. PENYIMPANAN PRODUK COKLAT
Semua produk coklat, mulai dari kakao (mentah) sampai
produk olahannya disimpan ditempat dingin, kering dan dengan sirkulasi udara
ruangan yang baik, terlindungi dari cahaya dan bahan-bahan berbau tajam. Suhu
10 – 12oC dengan kelembaban 55 – 65% adalah kondisi ruang penyimpanan coklat
yang ideal.
Coklat yang disimpan pada kondisi penyimpanan yang
tidak tepat akan memiliki warna permukaan yang kusam keabuan. Pembentukan
spot-spot gula (sugar bloom) disebabkan oleh penyimpanan coklat pada kelembaban
tinggi (RH diatas 75%) atau karena terjadinya penumpukan uap air, yang
menyebabkan partikel gula berukuran kecil yang ada di permukaan mencair dan
kemudian membentuk kristal berukuran besar ketika terjadi proses evaporasi.
Spot-spot lemak (fat bloom) terjadi pada kondisi suhu penyimpanan diatas 30oC
dan berfluktuasi mengakibatkan lemak mencair lalu mengkristal kembali dengan
ukuran yang lebih besar. Fat bloom juga mungkin terjadi karena proses tempering
dan pendinginan yang tidak tepat.
Serba Serbi Tentang Coklat atau Chocolate
|
|||||||||||||||||||||
Asal
Muasal Istilah Coklat
Istilah ‘cokelat’ itu sendiri berasal dari xocolatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Pada awalnya, cokelat dikonsumsi sebagai minuman yang dibuat berbuih, kadang-kadang ditaburi lada merah, vanilla, madu atau rempah-rempah lain. Rasanya pahit, sepat dan berlemak. Konsumsi cokelat masa itu dianggap sebagai simbol status penting dan juga kemakmuran. Cokelat dalam bentuk padat pertama kali ditemukan pada abad ke-18 di Eropa. Penggunaan rempah-rempah dihilangkan dan mulai ditambahkan gula, susu dll. Antioksidan dalam Coklat Pengolahan biji kakao menghasilkan cocoaliquor (cocoamass), cocoabutter dan cocoapowder. Biji kakao dan turunannya ini merupakan sumber antioksidan polifenol – senyawa yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung dengan cara mencegah oksidasi Low DensityLipoproteins (LDL) atau yang sering disebut lemak jahat, sehingga dapat mencegah sumbatan pada dinding-dinding pembuluh darah arteri. Kandungan antioksidan bervariasi pada setiap cokelat, tergantung pada berbagai faktor di antaranya kandungan cocoa dan proses pengolahan. Secara umum, cocoapowder dan darkchocolate mengandung antioksidan dalam jumlah yang lebih tinggi daripada milkchocolate. Berikut kandungan antioksidan polifenol dalam beberapa produk: * Milk chocolate (50g) - 100 mg polifenol * Darkchocolate (50g) - 300 mg polifenol * Red wine (140mL) - 170 mg polifenol * Tea (240mL) - 400 mg polifenol * Cocoapowder (16g) - 200 mg polifenol Beberapa Mitos dan Fakta Seputar Cokelat Fungsi dan pengaruh komponen-komponen aktif yang terkandung dalam cokelat menjadi bahan penelitian yang menarik dari tahun ke tahun dan sampai saat ini penelitian tentang cokelat terus berlangsung. Beberapa mitos yang sudah dapat dibuktikan tidak benar adalah:
Fakta lain adalah cokelat hanya mengandung sejumlah kecil kafein. Jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kandungan kafein di dalam kopi dan teh. Suatu senyawa yang mirip dengan kafein ditemukan dalam cokelat yaitu Theobromine. Theobromine juga berfungsi sebagai stimulan, seperti halnya kafein tetapi pengaruh dan sifat yang diberikan berbeda. Theobromine hanya ditemukan dalam biji kakao dan produk-produk turunannya. Beberapa manfaat cokelat dalam dunia pengobatan masih menjadi bahan penelitian di dunia saat ini. Di antaranya adalah:
Cokelat Tingkatkan Daya Fungsi Otak Para pencinta cokelat bergembiralah, karena hasil penelitian terkini mengindikasikan menikmati batangan cokelat susu akan meningkatkan daya fungsi otak. “Coklat mengandung banyak unsur yang bersifat menjadi stimulan antara lain theobromine, phenethylamine, dan kaffeine,†kata BryanRaudenbush dari Universitas Wheeling Jesuit di West Virginia. Senyawa-senyawa itu telah ditemukan sebelumnya bersifat meningkatkan tingkat kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan, dengan mengonsumsi coklat dapat memperoleh efek stimulasi yang akan membuat peningkatan performa mental. Raudenbush dan rekan-rekannya mengatakan penelitian efek kemampuan otak dilakukan terhadap sejumlah relawan yang mengonsumsi cokelat dalam beberapa jenis. Penelitian ini dalam empat kejadian terpisah yaitu kelompok pertama mengkonsumsi 85 gram batangan cokelat susu, 85 gram cokelat hitam, 85 gram carob, dan kelompok keempat tidak mengonsumsi apapun. Setelah 15 menit berselang para relawan dalam penelitian ini menjalani beberapa tes neuropsikologis yang didesain untuk melihat performa kognitif. Termasuk daya ingat, daya konsentrasi, kemampuan bereaksi dan kemampuan memecahkan masalah. “Nilai bagi daya ingat verbal maupun visual tertinggi bagi mereka yang masuk kelompok mengonsumsi batangan coklat susu dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya,†kata Raudenbush. Peningkatan daya ingat baik verbal dan visual juga terjadi di kelompok yang mengonsumsi jenis cokelat lainnya namun hasilnya berada di bawah kelompok pertama. Dari penelitian sebelumnya telah diketahui beberapa nutrisi dalam makanan tambahan melepas glukose yang menambah aliran darah yang dapat berpengaruh bagi kemampuan kognitif. Hasil penemuan terkini mendukung pendapat sebelumnya bahkan memperjelas, mengonsumsi cokelat dapat meningkatkan kinerja daya kerja otak. Coklat dan Kesehatan Dengan mengontrol aktivitas fisik yang dilakukan, kebiasaan merokok, dan kebiasaan makan ditemukan bahwa mereka yang suka makan permen/coklat umurnya lebih lama satu tahun dibandingkan bukan pemakan. Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah penyebab mengapa mereka bisa berusia lebih panjang. Fenol ini juga banyak ditemukan pada anggur merah yang sudah sangat dikenal sebagai minuman yang baik untuk kesehatan jantung. Coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker. Selama ini ada pandangan bahwa permen coklat menyebabkan caries pada gigi dan mungkin juga bertanggung jawab terhadap munculnya masalah kegemukan. Tak dapat disangkal lagi bahwa kegemukan adalah salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif. Tetapi studi di Universitas Harvard ini menunjukkan bahwa jika Anda mengimbangi konsumsi permen coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan makan dengan menu seimbang, maka dampak negatip permen coklat tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Menurut kepercayaan suku Maya, coklat adalah makanan para dewa. Rasa asli biji coklat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun. Biji coklat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski coklat mengandung lemak tinggi namun relatif tidak mudah tengik karena coklat juga mengandung polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan. Di Amerika Serikat konsumsi coklat hanya memberikan kontribusi 1% terhadap intakelemak total sebagaimana dinyatakan oleh National Food ConsumptionSurvey (1987-1998). Jumlah ini relatif sedikit khususnya bila dibandingkan dengan kontribusi daging (30%), serealia (22%), dan susu (20%). Lemak pada coklat, sering disebut cocoabutter, sebagian besar tersusun dari lemak jenuh (60%) khususnya stearat. Tetapi lemak coklat adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol. Untuk tetap menekan lemak jenuh agar tidak terlalu tinggi, ada baiknya membatasi memakan cokelat hanya satu batang saja per hari dan mebatasimengkonsumsisuplement atau makanan lainnya yang mengandung catechin seperti apple dan teh. Dalam penelitian yang melibatkan subyek manusia, ditemukan bahwa konsumsi lemak coklat menghasilkan kolesterol total dan kolesterol LDL yang lebih rendah dibandingkan konsumsi mentega ataupun lemak sapi. Jadi meski sama-sama mengandung lemak jenuh tetapi ternyata efek kolesterol yang dihasilkan berbeda. Kandungan stearat yang tinggi pada coklat disinyalir menjadi penyebab mengapa lemak coklat tidak sejahat lemak hewan. Telah sejak lama diketahui bahwa stearat adalah asam lemak netral yang tidak akan memicu kolesterol darah. Mengapa? Stearat ternyata dicerna secara lambat oleh tubuh kita dan juga diabsorpsi lebih sedikit. Sepertiga lemak yang terdapat dalam coklat adalah asam oleat yaitu asam lemak tak jenuh. Asam oleat ini juga dominan ditemukan pada minyak zaitun. Studi epidemiologis pada penduduk Mediterania yang banyak mengkonsumsi asam oleat dari minyak zaitun menyimpulkan efek positipoleat bagi kesehatan jantung. Sering timbul pertanyaan seberapa banyak kita boleh mengkonsusmicoklat? Tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini, namun demikian makan coklat 2-3 kali seminggu atau minum susu coklat tiap hari kiranya masih dapat diterima. Prinsip gizi sebenarnya mudah yaitu makanlah segala jenis makanan secara moderat. Masalah gizi umumnya timbul bila kita makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolatecraving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolatecraving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga). Konon Raja Montezuma di jaman dahulu selalu mabuk minuman coklat sebelum menggilir harem-haremnya yang berbeda setiap malam. Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi. Katekin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada coklat. Orang tua jaman dahulu sering mempraktekkan cuci muka dengan air teh karena dapat membuat kulit muka bercahaya dan awet muda. Seandainya mereka tahu bahwa coklat mengandung katekin lebih tinggi daripada teh, mungkin mereka akan menganjurkan mandi lulur dengan coklat. Coklat juga mengandung theobromine dan kafein. Kedua substansi ini telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu ketika kita terkantuk-kantuk di bandara atau menunggu antrian panjang, makan coklat cukup manjur untuk membuat kita bergairah kembali. Produk coklat cukup beraneka ragam. Misalnya, ada coklat susu yang merupakan adonan coklat manis, cocoabutter, gula dan susu. Selain itu ada pula coklat pahit yang merupakan coklat alami dan mengandung 43% padatancoklat. Coklat jenis ini bisa ditemukan pada beberapa produk coklat batangan. Kandungan gizi coklat bisa dilihat pada tabel.
Belum ada bukti bahwa coklat menimbulkan jerawat. Coklat juga tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama munculnya plaque gigi karena plaque gigi juga bisa timbul pada orang yang mengkonsumsi makanan biasa sehari-hari. Hanya saja coklat perlu diwaspadai, khususnya bagi orang-orang yang rentan menderita batu ginjal. Konsumsi 100 g coklat akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oleh karena itu kiat sehat yang bisa dianjurkan adalah minumlah banyak air sehabis makan coklat.
RESEP-RESEP COKLAT
Coklat Isi Selai
100 gr dark cooking chocolate 20 gr kacang mete/kacang tanah sangrai, tumbuk kasar 20 gr selai strawberry Cara membuat :
Praline Oreo Bahan Isi: 50 gram biskuit oreo, dihaluskan 1 sendok makan susu kental manis putih 1/2 sendok makan rhum Bahan Kulit: 400 gram cokelat masak putih, dilelehkan 50 gram cokelat masak pekat, dilelehkan Cara Pengolahan :
Truffle Kopi Bahan-bahan/bumbu-bumbu : 50 ml susu cair 1 sendok makan mentega putih 1/2 sendok makan kopi instan 200 gram cokelat masak pekat Bahan Pelapis: 50 gram kacang tanah kupas, sangrai, cincang halus 25 gram biskuit kelapa, dicincang halus 25 gram cokelat masak putih, diserut, dibekukan Cara Pengolahan :
|







Tidak ada komentar:
Posting Komentar